Halaman

Susahnya lulus ujian kompetensi dokter (UKMPPD)

Susahnya lulus ujian kompetensi dokter (UKMPPD)

Diposkan Oleh: Administrator | Tanggal: 15 Pebruari 2019 | Dilihat: 583 Kali

 

 

Sebagian orang awam berceletuk ketika bertemu dengan Koas (Dokter Muda). Mengatakan bahwa para mahasiswa dengan seragam dokter itu enak, tinggal sebentar lagi bisa menjadi dokter dan kemudian bisa mulai mendapatkan gaji yang besar. Wajar jika mereka tak memahami, bahwa meski tinggal sedikit lagi perjuangan para dokter (yang sejatinya masih mahasiswa tersebut), prosesnya sama sekali tidak mudah, dan tak ada jaminan mereka akan benar-benar menjadi dokter.

Setelah menjalani Program Profesi Dokter (Koas), masih ada tahapan UKMPPD yang sering bikin para mahasiswa kedokteran merinding. Ujian Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter merupakan sejenis ujian akhir yang akan menentukan apakah mereka lulus untuk menjadi dokter atau tidak. Ujian yang diselenggarakan oleh Kemristekdikti ini dijalankan hingga sekitar 6 bulan. Biaya yang perlu dikeluarkan pun tidak sedikit untuk mengikuti pembimbingan dan ujiannya, hingga 3-4 juta per bulan.

Jenis-jenis Tes dalam UKMPPD

 

UKMPPD terdiri dari dua jenis ujian, yakni ujian Computer Base Test, dimana koas selama 200 menit harus bisa mengerjakan sebanyak 200 soal pilihan ganda. Ujian selainnya adalah Objective Structured Clinical Examination, dimana mahasiswa dituntut untuk melakukan tugas seorang dokter, mulai dari wawancara, pemeriksaan fisik, analisa lanjutan, diagnosa penyakit pembuatan resep hingga pemberian edukasi kepada pasien. Setiap perilaku akan diperhatikan oleh penguji karena masuk dalam penilaian.

Persiapan untuk ujian UKMPPD tidak akan efektif jika menggunakan SKS (Sistem Kebut Semalam), karena banyak hal yang harus dipelajari ulang, apalagi jika ada materi-materi yang sudah terlupakan. Sehingga persiapannya juga membutuhkan waktu yang tidak sebentar melainkan berbulan-bulan. Selain itu juga ada Progress Test, semacam try-out yang digunakan untuk menguji kemampuan mahasiswa untuk mengikuti UKMPPD. Jika tidak lulus Progress Test, maka tidak bisa mengikuti UKMPPD.

CBT, Ujian Paling Menakutkan

 

Bukan hendak berlebihan, namun memang ujian ini yang paling banyak membuat para koas resah. Karena Ujian ini dikerjakan melalui computer secara onlline, yang tentunya akan lebih mendebarkan. Lebih menggelisahkan karena ujian dilakukan di ruang tertutup dengan durasi waktu yang sangat terbatas. Sehingga benar-benar menguji para koas tidak hanya pada kompetensi dan pengetahuannya, melainkan juga pada ketahanan mental supaya tetap fokus.

Semua proses sulit tersebut harus dilalui oleh para koas, karena meskipun mereka sudah lulus, namun selama mereka belum lulus UKMPPD, mereka tetap tidak akan bisa menjalankan praktek, sehingga konsekuensinya harus terus menjalani ujian hingga lulus. Gagal sekali kemudian mencoba lagi mungkin bisa diterima. Namun bagi para koas yang berkali-kali menjalani UKMPPD namun tidak kunjung lulus, hal itu akhirnya menimbulkan tekanan, yang akhirnya berbuah stres atau bahkan depresi.

Tahun 2016 bahkan pernah terjadi kasus dokter muda di Makassar, Sulawesi Selatan yang putus asa dan memutuskan untuk bunuh diri setelah berkali-kali gagal menjalani UKMPPD. Ada juga dokter muda lain yang mengalami psikosomatis, gangguan fisik karena efek tekanan psikologis, yang tiba-tiba mengeluhkan sakit ketika menjelang uji kompetensi. Koas tersebut meninggalkan wasiat yang berisi rasa putus asanya setelah sekitar 20 kali gagal menjalani uji kompetensi, hingga akhirnya sakit-sakitan dan meninggal pada 4 Maret 2018.

Itulah mengapa UKMPPD sama sekali tidak bisa diabaikan oleh seorang mahasiswa kedokteran. Jika memang benar-benar ingin lulus dan menjadi dokter, maka perlu serius belajar dan menjalani persiapan dengan sebaik mungkin.

Bagikan: